LEMBAR
PENGESAHAN SEKOLAH
LAPORAN
PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
PENGELASAN
DALAM
RANGKA SEBAGAI SALAH SATU SYARAT UNTUK MENGIKUTI UJI KOMPETENSI
DISUSUN
DAN DIAJUKAN OLEH :
ANTON YANUAR
ANTON YANUAR
DISAHKAN
PADA
TANGGAL: NOVEMBER 2016
Pembimbing I Pembimbing II
SRI MURNI, S.Pd HUJAH, S.Pd
NIP. 197107252005012011 NIP.
NIP. 197107252005012011 NIP.
Mengetahui
Kepala SMK Negeri 1 Cilegon
Kepala SMK Negeri 1 Cilegon
WIDODO,
M.Pd
NIP. 197504222003121007
NIP. 197504222003121007
LEMBAR
PENGESAHAN PERUSAHAAN
LAPORAN
PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
PENGELASAN
DALAM
RANGKA SEBAGAI SALAH SATU SYARAT UNTUK MENGIKUTI UJI KOMPETENSI
DISUSUN
DAN DIAJUKAN OLEH :
ANTON YANUAR
ANTON YANUAR
DISAHKAN
PADA
TANGGAL: NOVEMBER 2016
Pembimbing
I
TOTO
Mengetahui
Pimpinan PT. RAFFA HELICAL BRONZE
MAMAN
SUHERMAN
KATA PENGANTAR
Dengan
memejamkan puji syukur Khadirat Allah SWT, dapat terselesaikan karya tulis ini,
tidak lain karena berkat hasil bantuan dari berbagai pihak. Maka pada
kesempatan ini saya secara khusus ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada
:
1. Kedua
orang tua yang tidak pernah berhenti mendoakan saya.
2. Bapak
Widodo, M.Pd selaku kepala di SMK
Negeri 1 Cilegon.
3. Ibu
Sri Murni, S.Pd selaku
pembimbing I di SMK Negeri 1 Cilegon.
4. Ibu
Hujah, S.Pd selaku pembimbing II dan sekaligus wali kelas
XI Mesin 2 di SMK Negeri 1 Cilegon.
5. Seluruh
staff TU dan rekan – rekan sekolah yang telah membantu dalam melakukan kegiatan
PRAKERIN.
6. Bapak
Toto selaku pembimbing I di PT. Raffa Helical Bronze
7. Seluruh
karyawan dan karyawati di PT. Raffa Helical Bronze.
Penulis
menyadari bahwa Laporan ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna perbaikan dimasa yang akan
datang.
IDENTITAS SISWA
1.
Nama Siswa : Anton Yanuar
2.
Tempat dan Tanggal Lahir : Cilegon, 21 - 01 - 2000
3.
Jenis Kelamin : Laki – laki
4.
Golongan Darah : O
5.
Nomor Induk Siswa : 0000252099
6.
Sekolah :
SMK Negeri 1 Cilegon
7.
Alamat :
Link. Sukajadi
Rt02/Rw02 No.70 kec. AaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaPulomerak.
Kota Cilegon
8.
Agama :
Islam
9.
Nama Orang Tua
Bapak :
Budi Santoso
Ibu : Dian Novita
10.
Alamat Orang Tua : Link. Sukajadi Rt02/Rw02 No.70 kec. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Pulomerak. Kota Cilegon
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN
SEKOLAH
i
LEMBAR PENGESAHAN
PERUSAHAAN
ii
KATA PENGANTAR
iii
IDENTITAS
SISWA
iv
DAFTAR
ISI
v
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Sejarah Perusahaan
1
1.2 Organisasi Perusahaan
4
1.3 Bidang Usaha/Produk
5
1.4 Fasilitas
5
BAB
II URAIAN KEGIATAN
2.1
Sistem Penugasan Kerja
7
2.2 Rangkuman Pekerjaan Yang Dilakukan
Selama PRAKERIN
13
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
3.1
Kesimpulan
12
3.2 Saran-Saran
12
Lampiran
- Laporan Mingguan
dan Detail Pekerjaan
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Sejarah Perusahaan
PT. Raffa Helical Bronze bergerak dalam
bidang fabrikasi machining dan pengadaan barang, dari kebutuhan akan kualitas,
kecepatan layanan terhadap customer berawal dari layanan Survey dan After Sales
Survey dengan permesina, bagian Engineering sebagai layanan pendukung.
PT. Raffa Helical Bronze didirikan pada
tahun 2010 lebih percaya diri dalam memberikan layanan kepada customer /
pelanggan dengan kualitas layanan terbaik, Respon Time, Kendali Mutu, After
Sales Servis dan Generasi adalah modal kami sebagai fabrikasi machining dan
pengadaan barang
PT. Raffa Helical Bronze merupakan
perusahaan bergerak dalam bidang Fabrikasi Machining dan Pengadaan barang
bersifat global diberikan untuk kepuasan Customer / Pelanggan
LEGALITAS
PERUSAHAAN
-
AKTE PENDIRIAN : Notaris Muhammad Isyah SH
No. 59 Tanggal 19 Mei 2010
-
PENGESAHAN : Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia
No. AHU.AH.01.03- aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa0931514
-
AKTE PERUBAHAN : Notaris Muhammad Isyah SH
No. 3 Tanggal 06 Mei 2015
-
SURAT IZIN PERUSAHAAN : No.1369/20-284/1387
08 April 2015 jenis usaha :
-sPerdagangan Barang dan Jasa
-
SURAT IZIN TEMPAT USAHA : No. 503/1599/21-205/1627
27 April 2015
-
TANDA DAFTAR PERUSAHAAN : No. 1368.21-285.1388
8 April 2015
-
NOMOR POKOK WAJIB PAJAK : 31.196.842.4-417.000
IDENTITAS
& MANAJEMEN PERUSAHAN
-
NAMA PERUSAHAAN : PT. RAFFA HELICAL BRONZE
-
STATUS PERUSAHAAN : SWASTA
-
KEPEMILIKAN MODAL : 100 % - PT. RAFFA HELICAL aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaBRONZE
-
ALAMAT WORKSHOP : - Kp. Tegal Cabe Rt/Rw 015/08 aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Taman Baru Cilegon Banten
Telp. (0254) 394 988
Fax. (0254) 394 388
-
KOMISARIS : MAMAN SUHERMAN
-
DIREKTUR :
SILVIA ANGGRAENI A.
CUSTOMER
-
PT. KRAKATAU STEEL
-
PT. NX INDONESIA
-
PT. TEREOS FKS INDONESIA
-
PT. SULFINDO INDONESIA
-
PT. MC PET FILM INDONESIA
-
PT. INDORAMA PHETROCHEMICAL
-
PT. LOTTE CHEMICAL TITAN NUSANTARA
-
PT. LAUTAN OTSUKA CHEMICAL
-
PT. STANDART TOYO POLYMER
PERSONAL
MARKETING
1. H.
MAMAN SUHERMAN 081112
7778
2. PITONG
HATTORI 0812
1359 1505
3. AGUS
WIDIHARTO 0878
7765 2988
4. EKO
POERNOMO S 0813
8085 6289
5. HARI RUSLI 0813
1580 7908
6. NURMALA
SARI 0878
8016 3101
1.2
Organisasi Perusahaan
1.3
Bidang Usaha/Produk
PT. Raffa Helical Bronze merupakan perusahaan yang bergerak dalam
bidang Fabrikasi Machining dan Pengadaan Barang bersifat global diberikan untuk
kepuasan Customer / pelanggan.
1.4
Fasilitas
Perusahaan meyakini pentingnya aspek keselamatan kerja dan kesehatan
kerja, untuk itu perusahaan mengupayakan penerapan sistem manajemen keselamatan
dan kesehatan kerja sebagai berikut :
1.
Perusahaan menyediakan dan melengkapi karyawan dengan
peralatan. Keselamatan kerja yang diperlukan dalam melaksanakan tugas
sehari-hari.
2.
Semua karyawan berkewajiban untuk memakai dan
menggunakan peralatan keselamatan kerja yang telah di sediakan dan melaksanakan
prosedur standar pekerjaan dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
3.
Perusahaan melatih, mengembangkan dan meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan karyawan tentang keselamatan dan kesehatan kerja
secara berkesinambungan.
4.
Karyawan wajib berpartisipasi aktif dan bertanggung
jawab dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja atas dirinya sendiri dan orang
lain di tempat kerja.
5.
Seluruh jajaran pemimpin perusahaan dan karyawan
diwajibkan untuk bersama-sama menungkatkan lingkungan yang aman, bersih, sehat
dan bebas dari kecelakaan kerja, dan mempertahankan kelangsungan operasional
perusahaan.
BAB
II
URAIAN KEGIATAN
2.1 Sistem Penugasan Kerja
Selama melakukan Program PRAKERIN di PT. Raffa Helical Bronze, mulai dari tanggal 03 Agustus 2016 s/d 03
September 2016, penulis ditempatkan pada Welding area. Pekerjaan yang dilakukan diantranya adalah las / pengelasan
a. Pengertian Las / Pengelasan
Salah satu mesin
dan perlengkapannya yang dapat membantu manusia adalah mesin Las. Mesin ini
dipergunakan untuk pembuatan pagar besi. Penggunaan mesin las listrik bertujuari
untuk menghasilkan panas yang sangat tinggi dengan busur nyala api listrik
sehingga terbentuk cairan massa. Melalui cairan massa bagian - bagian benda
kerja dengan bahan tambah yaitu kawat las elektroda satu sama lain diikat dalam
sambungan. Setelah arus listrik dihubungkan maka busur nyala api dapat
ditimbulkan dengan menyentuhkan elektoda pada benda kerja sehingga terjadi
cetusan api. Elektroda segera ditarik kembali kira - kira sejauh 3 mm sehingga
cetusan api berubah menjadi busur nyala api. Karena panasnya busur nyala ap
maka bagian - bagian benda itu akan segera mencair dan membentuk suatu cairan
massa.
Pengelasan
adalah menyambungkan atau merekatkan potongan_potongan atau benda sehingga
menjadi suatu bentuk yang sangat menarik.
Pada bidang pemesinan,
pekerjaan pengelasan merupakan unsur penting dalam berbagai kehidupan. Salah
satunya digunakan pada bidang pemesinan, dimana las digunakan untuk merekatkan
atau mengikat potongan_potongan atau benda yang bersifat besi sehingga menjadi
satu bentuk yang menarik.
b.
Macam-macam Pengelasan
1) Las
Listrik Dengan Elektroda Karbon
Busur listrik yang terjadi diantara ujung
elektroda karbon dan logam atau diantara dua ujung elektroda karbon akan
memanaskan dan mencairkan logam yang akan dilas.Sebagai bahan tambah dapat
dipakai elektroda dengan fluksi atau elektroda yang berselaput fluksi.
2)
Las Listrik Dengan Elektroda Berselaput (
SMAW )
Las listrik ini menggunakan elektroda
berselaput sebagai bahan tambah.Busur listrik yang terjadi diantara ujung
elektroda dan bahan dasar akan mencairkan ujung elektroda dan sebagian bahan
dasar.Selaput elektroda yang turut terbakar akan mencair dan menghasilkan gas
yang melindungi ujung elektroda, kawah las, busur listrik dan daerah las di
sekitar busur listrik terhadap pengaruh udara luar.Cairan selaput elektroda
yang membeku akan menutupi permukaan las yang juga berfungsi sebagai pelindung
terhadap pengaruh luar.
3) Las Listrik TIG
Menggunakan elektroda wolfram yang bukan
merupakan bahan tambah.Busur listrik yang terjadi antara ujung elektroda
wolfram dan bahan dasar adalah merupakan sumber panas untuk pengelasan.Titik
cair dari elektroda wolfram sedemikian tingginya sampai 3410o
sehingga tidak ikut mencair pada saat terjadi busur listrik.Tangkai las
dilengkapi dengan nosel keramik untuk penyembur gas pelindung yang melindungi
daerah las dari pengaruh luar pada saat pengelasan.Sebagai bahan tambah dipakai
elektroda tanpa selaput yang digerakkan dan didekatkan ke busur listrik yang
terjadi antara elektroda wolfram dengan bahan dasar.Sebagai gas pelindung
dipakai argon, helium atau campuran dari kedua gas tersebut yang pemakaiannya
tergantung dari jenis logam yang akan dilas.Tangkai las TIG biasanya
didinginkan dengan air yang bersirkulasi.Proses las listrik TIG ditunjukkan
pada gambar dibawah ini
4) Las
listrik MIG
Las listrik MIG adalah las busur listrik dimana panas
yang ditimbulkan oleh busur listrik antara ujung
elektroda dan bahan dasar, karena adanya arus listrik. Elektrodanya adalah
gulungan kawat yang berbentuk rol yang gerakannya diatur oleh pasangan roda gigi
yang digerakkan oleh motor listrik. Kecepatan gerakan elektroda dapat diatur
sesuai dengan keperluan. Tangkai las dilengkapi dengan nosel logam untuk
menyemburkan gas pelindung yang dialirkan dari botol gas melalui selang gas.
Gas yang dipakai adalah CO2 untuk pengelasan baja lunak dan baja, argon atau
campuran argon dan helium untuk pengelasan aluminium dan baja tahan karat, Proses pengelasan MIG ini dapat secara semi
otomatik atau otomatik.Semi otomatik dimaksudkan pengelasan secara manual
sedangkan otomatik adalah pengelasan di mana seluruh pekerjaan las dilaksanakan
secara otomatik.Proses las MIG ditunjukkan pada gambar di bawah ini, dimana
elektroda keluar melalui tangkai las bersama dengan gas pelindung.
5) Las Listrik Submerged
Las listrik submerged yang umumnya otomatik atau semi
otomatik menggunakan fluksi serbuk untuk pelindung dari pengaruh udara
luar.Busur listrik diantara ujung elektroda dan bahan dasar berada didalam
timbunan fluksi serbuk sehingga tidak terjadi sinar las keluar separti biasanya
pada las listrik lainnya. Dalam hal ini operator las tidak perlu
menggunakan kaca pelindung mata (helm las).Pada waktu pengelasan, fluksi serbuk
akan mencair dan membeku menutup lapisan las.Sebagian fluksi serbuk yang tidak
mencair dapat dipakai lagi setelah dibersihkan dari terak-terak las.Elektroda
yang merupakan kawat tanpa selaput berbentuk gulungan (rol) digerakkan maju
oleh pasangan roda gigi, pasangan roda gigi yang diputar oleh motor listrik
dapat diatur kecepatannya sesuai dengan kebutuhan pengelasan.
c) Arus Listrik
1) Arus Searah (DC)
Pada jenis arus ini,
electron-elektron bergerak sepanjang penghantar hanya dalam satu arah.
2) Arus Bolak-Balik (AC)
Arah aliran dari arus bolak-balik adalah
merupakan gelombang sinusoida yang memotong garis nol pada interval waktu
1/100 detik untuk mesin dengan frekuensi 50 Hz.Tiap siklus gelombang terdiri
dari setengah gelombang positif dan setengah gelombang.Arus bolak-balik dapat
diubah menjadi arus searah dengan menggunakan pengubah arus (rectifier).
d) Tegangan dan Arus Listrik Pada Mesin Las
Volt adalah suatu
satuan tegangan listrik yang dapat diukur dengan suatu alat voltmeter.Tegangan
diantara elektroda dan bahan dasar menggerakkan elektron-elektron melintasi
busur.Ampere adalah jumlah arus listrik yang mengalir yang dapat diukur dengan
amperemeter.Lengkung listrik yang panjang akan menurunkan arus dan menaikkan
tegangan.
e)
Pengkutuban
1)
Pengkutuban Langsung
Pada pengkutuban langsung, kabel elektroda dipasang pada
terminal negatif dan kabel massa pada terminal positif.Pengkutuban langsung
sering disebut sebagai sirkuit las listrik dengan elektroda negatif (DC-).
2)
Pengkutuban Terbalik
Untuk pengkutuban terbalik, kabel elektroda dipasang pada
terminal positif dan kabel massa dipasang pada terminal negative.Pengkutuban
terbalik sering disebut sirkuit las listrik dengan elektroda positif (DC+)
3)
Pengaruh Pengkutuban Pada Hasil Las
Pemilihan jenis
arus maupun pengkutuban pada pengelasan bergantung kepada jenis bahan dasar yang akan dilas, dan jenis
elektroda yang dipergunakan.Pengaruh pengkutuban pada hasil las adalah pada
penembusan lasnya.Pengkutuban langsung akan menghasilkan penembusan yang
dangkal sedangkan pada pengkutuban terbalik akan terjadi sebaliknya.Pada arus
bolak-balik penembusan yang dihasilkan antara keduanya.
2.2 Rangkuman Pekerjaan Yang Dilakukan
Selama PRAKERIN
LATIHAN
PENGELASAN
1.
Alat
dan Bahan
a. Mesin
Las Listrik
Mesin las merupakan sumber tenaga
yang memberi jenis tenaga listrik yang diperlukan serta tegangan yang cukup
untuk terus melangsungkan suatu lengkung listrik las. Sumber tenagamesin las
dapat diperoleh dari motor bensin atau diesel gardu induk tegangan pada mesin las listrik biasanya:110
volt 220 volt 380 volt.Antara jaringan dengan mesin las pada bengkel terdapat
saklar pemutus.Mesin las digerakkan dengan motor, cocok dipakai untuk pekerjaan
lapangan atau pada bengkel yang tidak mempunyai jaringan listrik.Busur nyala
terjadi apabila dibuat jarak tertentu antara elektroda dengan benda kerja
dan kabel massa dijepitkan ke benda kerja.Jenis-jenis mesin las las listrik
terbagi atas :
1) Transformator
Arus Bolak-Balik (AC)
Macam-macam pesawat las ini seperti
transformator las, pembangkit listrik motor diesel atau motor bensin.Transformator las yang
kebanyakan digunakan di industri-industri mempunyai kapasitas 200 sampai 500
amper.Pesawat las ini sangat banyak dipakai karena biaya operasinya yang rendah
disamping harganya yang relatif murah.Voltase keluar dari pesawat transformator
ini antara 38 sampai 70 volt.
Gambar Transformator Arus
Bolak-Balik (AC).
2) Rectifer
Arus Searah (DC)
Mesin ini mengubah arus bolak-balik (AC) yang masuk, menjadi arus searah
(DC) keluar.Pada mesin AC, kabel
masa dan kabel elektroda dapat dipertukarkan tanpa mempengaruhi perubahan panas
yang timbul pada busur nyala.
Gambar Rectifer
Arus Searah (DC).
3) Mesin Las AC-DC
Pesawat las ini merupakan gabungan dari pesawat arus searah dan arus
bolak-balik. Dengan pesawat akan lebih banyak kemungkinan pemakaiannya karena arus yang keluar
dapat arus searah maupun arus bolak-balik.Pesawat las jenis ini misalnya
transformator-rectifier maupun pembangkit listrik motor diesel
Gambar Mesin Las AC-DC.
b. Kabel Las
Kabel las biasanya terbuat dari
tembaga yang dipilik dan dibungkus dengan karet isolasi. Yang disebut kabel las ada tiga macam yaitu
kabel elektroda, kabel massa, dan kabel tenaga.Kabel elektroda adalah kabel
yang menghubungkan pesawat las dengan elektroda.
Gambar Kabel Las.
c.
Penjepit Elektroda
Penjepit elektroda biasanya terbuat
dari bahan yang mudah menghantarkan arus listrik. Bahan yang biasa digunakan adalah tembaga.Pada pemegang
elektroda pada mulutnya sudah dibentuk sedemikian rupa sehingga memudahkan
tukang las memasang/menjepit pada pemegang elektroda.Dalam penggunaannya
elektroda harus ditempat pada sela-sela yang ada, dapat diposisikan dengan
sudut 180 derajat, 90 derajat atau 45 derajat terhadap pemegang elektroda.
Gambar Penjepit Elektroda.
d.
Palu Las
Palu las adalah alat untuk
memersihkan kerak dari hasil pengelasan. Dalam menggunakan palu terak ini jangan sampai membuat luka pada hasil
pengelasan maupun pada base metalnya.Karena luka bekas pukulan adalah merupakan
cacat pengelasan.Palu las sebelum digunakan dicek ketajamannya dan
kondisinya.Apabila sudah tumpul, maka harus ditajamkan dengan
menggerindanya.Setelah selesai menggunakannya, tempatkan palu las pada
tempatnya secara rapi.Palu las digunakan untuk melepaskan dan mengeluarkan
terak las pada jalur las dengan jalan memukulkan atau menggoreskan pada daerah
las.Berhati-hatilah membersihkan terak las dengan palu las karena kemungkinan
akan memercik ke mata atau ke bagian badan lainnya.
Gambar
Palu Las.
e. Gerinda
Tangan
Gerinda tangan ini berfungsi untuk
menyiapkan benda yang akan dilas berupa
penyiapan kampuh las.Gerinda ini juga digunakan untuk membantu dalam proses
pengelasan khususnya dalam pembersihan lasan sebelum di sambung atau sebelum
ditumpuki dengan lasan lapis berikutnya.Gerinda tangan ini juga digunakan untuk
membantu dalam memperbaiki cacat las yang memerlukan penggerindaan dalam
persiapannya sebelum diperbaiki cacat pengelasan tadi.
Gambar
Gerinda Tangan
f.
Sikat Kawat
Sikat las dipergunakan untuk
membersihkan benda yang akan dilas. Membersihkan
terak las yang sudah lepas dari jalur las oleh pukulan palu las.
Gambar Sikat
Las
2.
Alat-Alat
Keselamatan Kerja
a.
Helm Las / Topeng Las
Helm las digunakan untuk melindungi
kulit muka dan mata dari sinar las (sinar ultra violet dan ultra merah) yang dapat merusak kulit maupun
mata.Sinar las yang sangat terang/kuat itu tidak boleh dilihat dangan mata
langsung sampai jarak 16 meter.Helm las ini dilengkapi dengan kaca khusus yang
dapat mengurangi sinar ultra violet dan ultra merah tersebut. Ukuran
kaca las yang dipakai tergantung pada pelaksanaan pengelasan.
Gambar Helm Las.
b. Sarung
Tangan
Sarung tangan dibuat dari kulit atau
asbes lunak untuk memudahkan pemegang memegang elektroda. Pada waktu mengelas harus selalu dipakai
sepasang sarung tangan.
Gambar Sarung Tangan.
c. Baju
Las / Apron
Baju las / apron dibuat dari kulit /
asbes, baju las yang lengkap dapat melindungi badan dan sebagian kaki. Bila mengelas pada posisi diatas kepala,
harus memakai baju las yang lengkap.Pada pengelasan posisi lainnya dapat
dipakai apron.
Gambar Baju Las / Apron.
d. Sepatu
Las
Sepatu las berguna untuk melindungi
kaki dari semburan bunga api. Bila tidak ada sepatu las, sepatu biasa yang tertutup seluruhnya dapat juga
dipakai.
Gambar
Sepatu Las.
e. Masker
Las
Masker las digunakan agar terhindar
dari asap dan debu las yang beracun.
Gambar
Masker Las
3.
Langkah
Kerja
1. Menyiapkan
alat dan bahan yang kita perlukan
2. Mengukur
pelat
3. Menggaris
pelat
4. Menitik
pelat
5. Memotong
pelat dengan mesin las potong
6. Membersihkan
pelat
7. Merapikan
pelat dengan menggunakan gerinda tangan
4.
Temuan
Praktek
1. Alur
tidak rata dan masih berlubang
2. Sulit
dalam menentukan sudut yang tepat pada awal mengelas sampai akhir mengelas.
3. Hasil
las tidak sama dalam membuat alur-alur las karena sudutnya berubah-ubah.
4. Saat
benda kerja sudah di las untuk membuat alur, pergerakan elektroda tidak boleh terlalu
cepat dan terlalu
lambat di sesuaikan dengan irama pernapasan.
5. Rigi-rigi las tidak teratur dan tidak lurus.
6. Benda
kerja berlubang
disebabkan oleh
arus terlalu besar dan terlalu lambat dalam pengelasan.
7. Terlalu banyak menggunakan elektroda pada saat mengerjakan
jobsheet.
8. Busur
elektroda sering melekat
ke benda kerja di sebabkan oleh busur elektroda terlalu dekat dengan benda
kerja.
9. Tidak bisa menyelesaikan jobsheet dengan cepat karena
pada waktu percobaan masih belum mendapatkan hasil las yang bagus.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Setelah mengadakan dan melaksanakan
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) akhirnya penyusun mengetahui yang
sebenarnya atas hasil yang diperoleh dari sekolah, serta memperoleh pengetahuan tentang
teori-teori, praktek dan
bahan-bahan yang belum pernah di
pelajari di sekolah.
Disamping itu juga penyusun dapat
mengetahui bagaimana rasanya bekerja
di industri. Dengan hal tersebut, penyusun menjadi dewasa dan lebih menghormati
kerja keras orang tua.
Karena mencari nafkah untuk keluarga memanglah tidak mudah, butuh banyak pengorbanan.
3.2 Saran – Saran
Dalam
melakukan kerja praktek kita harus teliti dan sabar, tidak tergesa-gesa dalam
bekerja, tidak bersenda gurau dan selalu berhati-hati dalam bekerja, serta
selalu memakai alat-alat keselamatan kerja yang sudah disiapkan.
Dengan segala
kerendahan hati penyusun
mencoba memberanikan diri
untuk mengemukakan saran-saran
yang mudah-mudahan menjadi
bahan pertimbangan bagi
pihak yang bersangkutan,
dengan harapan saran-saran
ini dapat bermanfaat
untuk perbaikan di
masa yang akan
datang.
LAPORAN MINGGUAN DAN DETAIL
PERKERJAAN
NAMA SISWA : ANTON YANUAR
NAMA PERUSAHAAN : PT. RAFFA HELICAL BRONZE
WAKTU PERIODE :
03 AGUSTUS S/D 03 SEPTEMBER 2016
|
NO
|
HARI / TANGGAL
|
JENIS KEGIATAN
|
PARAF
|
|
1
|
Rabu
/ 03 - 08 - 2016
|
Ø Perkenalan
Equipment Retary dan Statik Equipmen
Ø Diperlihatkan
tempat pengolahan limbah
Ø Diperlihatkan
Pengoprasian mesin – mesin di PT. Raffa Helical Bronze
|
|
|
2
|
Kamis / 04 – 08 – 2016
|
Ø Mengoprasikan
mesin Bor
Ø Memasang
base Pompa air
Ø Cleaning
|
|
|
3
|
Jumat / 05 - 08 - 2016
|
Ø Menggulung
tembaga menggunakan mesin
Ø Memasang
tembaga ke motor listrik
Ø Mengecat
bodi dynamo
|
|
|
4
|
Sabtu /06 – 08 – 2016
|
Ø Toolbox
Meeting
Ø Memasang
Pipa
Ø Menggerinda
sikat
Ø Cleaning
Mesin bubut
Ø Membuat
Shaft
Ø Bersih
– bersih
|
|
|
5
|
Senin / 8 – 08 – 2016
|
Ø Mengoprasikan mesin bubut
Ø Menggerinda
sikat
Ø Memperbaiki
NOXOL drum
Ø Membuat
Shaft
|
|
|
6
|
Selasa/ 9 – 08 – 2016
|
Ø Toolbox Meeting
Ø Mengebor
Shaft
Ø Mengerjakan
Tap Reamer
Ø Bersih
– bersih
|
|
|
7
|
Rabu / 10 – 08 – 2016
|
Ø Toolbox
Meeting
Ø Mengebor
Shaft
Ø Mengerjakan
Tap Reamer
Ø Mengambil
Spearpat
Ø Meluruskan
Shaft
Ø Bersih
– bersih
|
|
|
8
|
Kamis/ 11 – 08 – 2016
|
Ø Meluruskan
Shaft
Ø Bersih
– bersih
|
|
|
9
|
Jumat / 12 – 08 – 2016
|
Ø Toolbox Meeting
Ø Mengamplas
Shaft
Ø Mengganti
Base pump
|
|
|
10
|
Sabtu / 13 – 08 – 2016
|
Ø Toolbox Meeting
Ø Mengganti
Oli Gear Box
Ø Membongkar
dan memasang pipa TTA
|
|
|
11
|
Senin / 15– 08 – 2016
|
Ø Toolbox Meeting
Ø Melumasi
Grease ke mesin pompa dan blower
Ø Menambal koper scrub batu bara X08D
tambal cover batu bara dengan Expoksi
Ø Melumasi
Grease Blower 4
|
|
|
12
|
Selasa / 16 – 08 – 2016
|
Ø Belajar
ngelas menggunakan las listrik
|
|
|
13
|
Rabu / 17 – 08 – 2016
|
Ø Memasang
pipal sower bambu
Ø Menguji
Screamer
Ø Bersih
– bersih
|
|
|
14
|
Kamis
/ 18 – 08 – 2016
|
Ø Mengisi
air coolent pada mesin bubut
Ø Ngeplat
pipa CP003 yang bocor
Ø Membersihkan komponen Gear box dengan solar
Ø Mengamplas
komponen gear box
Ø Bersih
– bersih
|
|
|
15
|
Jumat
/ 19 –08 - 2016
|
Ø
Melepas tembaga dari dalam motor
listrik
Ø
Memasang pompa
Ø
Mencuci bagian dalam gear box
dengan solar
|
|
|
16
|
Sabtu
/ 20 – 08 - 2016
|
Ø Memotong
benda
Ø Brushing
Chanel 150
Ø
Menggerinda Cuting
Ø
Menggerinda sikat
Ø
Bersih – bersih
|
|
|
17
|
Senin
/ 22 – 08 - 2016
|
Ø Membikin
Hopper
Ø Menggerinda
Sikat
Ø Menggerinda
Cuting
Ø Bersih
– bersih
|
|
|
18
|
Selasa
/ 23 – 08 – 2016
|
Ø Membantu
membuat Hopper
Ø Mengelas
Ø Bersih
– bersih
|
|
|
19
|
Rabu
/ 24 – 08 – 2016
|
Ø Menaikkan
dan menurunkan benda ke mesin bubut menggunakan crane
Ø Menggrinda
benda mengguakan gerinda tangan
|
|
|
20
|
Kamis
/ 25 – 08 – 2016
|
Ø Mengoprasikan
mesin scrub
Ø Mengamplas
benda
|
|
|
21
|
Jumat
/ 26 – 08 – 2016
|
Ø Menggulung
tembaga menggunakan mesin gulung
|
|
|
22
|
Sabtu
/ 27 – 08 - 2016
|
Ø Menggambar
sketsa benda menggunkan autoCAD
|
|
|
23
|
Senin
/ 29 – 08 -2016
|
Ø Membongkar
pasang dynamo yang sudah di service
Ø Mengecat
body dynamo
|
|
|
24
|
Selasa
/ 30 – 08 – 2016
|
Ø Belajar
menggunakan las argon
Ø Menyambungkan
potongan pipa menggunakan las argon
|
|
|
25
|
Rabu
/ 31 – 08 – 2016
|
Ø Membantu
operator bubut menyelesaikan job
Ø Menggrinda
benda yang telah dibubut
|
|
|
26
|
Kamis
/ 01 – 09 – 2016
|
Ø Membongkar
dan membersihkan dynamo / motor listrik
Ø Mengamplas
bagian dalam dynamo
|
|
|
27
|
Jumat
/ 02 – 09 – 2016
|
Ø Mengoprasikan
mesin miling
Ø Menggrinda
benda yang telah dimiling
|
|
|
28
|
Sabtu
/ 03 – 09 - 2016
|
Ø Membersihkan
mesin yang ada di bengkel
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar